Selasa, 20 Mei 2014

TUGAS TIK 7

CERITA FABEL

Angsa Bertelur Emas 

Pengarang: Anonim 

  Orang orang berkerumun di depan toko penjual telur di sebuah pasar di desa. Yang berada di luar ingin maju masuk ke dalam, sedangkan yang di dalam ingin lebih dekat lagi ke depan meja. Mereka datang dari seluruh penjuru negeri karena mendengar ada seekor angsa yang bertelur emas, mereka ingin melihatnya dengan mata kepala sendiri. Dan akhirnya, di depan mereka semua, hal ajaib itu terjadi persis seperti yang mereka dengar. Di atas meja, berkilauan di bawah sinar matahari, tergeletak sebuah telur emas!
Mereka menggenggam erat-erat uang mereka, tangan mereka sampai berkeringat, dan mereka mengacung- acungkan tangannya berebutan ingin membeli telur itu. Tapi si Pedagang, walaupun dia sangat bersemangat, hanya bisa menjual satu telur emas sehari. Yang lain terpaksa menunggu karena si Angsa hanya bisa bertelur satu telur sehari!
Si Pedagang benar-benar tidak puas dengan hal itu, dia ingin segera punya banyak uang. Gagasan yang hebat lalu terlintas di pikirannya. Pedagang yang rakus itu akan membunuh si Angsa! Ia akan mengambil semua telur yang ada di dalam tubuhnya sekaligus. Dia sudah tidak sabar ingin segera cepat kaya.

Para pembeli bersorak gembira ketika si Pedagang mengumumkan ide hebatnya itu pada mereka. Kemudian dengan hati-hati ia mengeluarkan sebuah pisau tajam dan membelah dada burung itu. Orang-orang menahan nafasnya. Darah si Angsa menetes merah membasahi bulu bulunya yang putih. "Dia membunuh burungnya!" orang-orang bergumam terpesona.

Lalu seorang nenek tua berkata dengan bijak,"Ya, dan dia telah melakukan kesalahan yang besar! Kamu semua akan lihat, angsa itu sekarang hanya seekor burung biasa. Tentu saja karena ia sudah mati." 

Nenek itu berkata benar. Di sana berbaring seekor angsa yang cantik, dadanya terbelah lebar, tapi tak ada sebutir telur pun terletak di dalam tubuhnya. Sekarang angsa itu hanya berguna untuk jadi angsa panggang.

"Dia sudah membunuh angsa yang memberinya telur emas!" seorang petani berkata sedih. Orang-orang pun meninggalkan toko dan berjalan pulang dengan gontai.



Minggu, 18 Mei 2014

TUGAS TIK 6 (3)

(AKU ANAK GEMBALA )



TUGAS TIK 6 (2)

 (TAHUN BARU HIJRIYAH)



TUGAS TIK 6 (1)

 (MENGENAL NAMA HEWAN)


TUGAS TIK 5

TUGAS TIK 5

                                      MEDIA PEMBELAJARAN MELALUI INTERNET


    A.    Pengertian Internet
            Internet singkatan dari interconection dan networking, adalah jaringan informasi global, yaitu “the largest global network of computer, that enables people throughoutthe world to connect with each other”.
            Internet merupakan jaringan global yang menghubungkan dengan beribu bahkan berjuta jaringan komputer (local/wide area network) ajaran dan medan komputer pribadi (stand alone), yang memungkinkan setiap komputer yang terhubung dengannya boleh melakukan komunikasi diantara satu sama lain. (Brace, 1997).
            Sidharta (1996) memberikan definisi yang sangat luas terhadap pengertian internet.  Internet adalah forum global pertama dan perpustakaan global pertama dimana setiap pemakai dapat berpartisipasi dalam segala waktu. Karena internet merupakan perpustakaan global, maka pemakai dapat memanfaatkannya sebagai
media pembelajaran.
       Dari beberapa pendapat dapat disimpulkan bahwa internet adalah suatu jaringan informasi berbagai komputer yang terhubung dan berkomunikasi satu sama lain yang digunakan sebagai sumber dan media dari berbagai pengetahuan.
 
   B.     Model Pembelajaran Internet
       Ada tiga sistem pembelajaran melalui internet yang layak dipertimbangkan sebagai dasar pengembangan sistem pembelajaran dengan mendayagunakan internet,yaitu :

    1)      Web Course
    2)      Web Centric Course
    3)      Web Enhanced Course

         1.      Web Course
       Web course adalah penggunaan internet untuk keperluan pembelajaran,dimana seluruh bagian bahan belajar,diskusi,konsultasi,penugasan,latihan dan ujian sepenuhnya disampaikan melalui internet.Siswa dan guru sepenuhnya terpisah,namun hubungan atau komunikasi antara peserta didik dengan pengajar bisa dilakukan setiap saat.Komunikasi lebih banyak dilakukan secara ansynchronous daripada secara synchronous.Bentuk web course ini tidak memerlukan adanya kegiatan tatap muka baik untuk keperluan pembelajaran maupun evaluasi dan ujian,karena semua proses pembelajaran sepenuhnya menggunakan fasilitas internet seperti email,chat rooms,bulletin board dan online conference.Selain itu sistem ini biasanya juga dilengkapi dengan berbagai sumber belajar (digital),baik yang dikembangkan sendiri maupun dengan menggunakan berbagai sumber belajar dengan jalan membuat hubungan (link) keberbagai sumber belajar yang sudah tersedia pada internet,seperti data base statistic berita dan informasi,e-book,perpustakaan elektronik dan lain-lain.Bentuk pembelajaran model ini biasanya digunakan untuk keperluan pendidikan jarak jauh (distance education/learning).Aplikasi bentuk ini antara lain virtual campus/university ataupun lembaga pelatihan yang menyelenggarakan pelatihan-pelatihan yang bisa diikuti secara jarak jauh dan setelah lulus ujian akan diberikan sertifikat.

          2.       Web Centric Course
       Sebagian bahan belajar,diskusi,konsultasi,penugasan,dan latihan disampaikan melalui internet,sedangkan ujian dan sebagian konsultasi,diskusi dan latihan dilakukan secara tatap muka,walaupun dalam proses belajarnya sebagian dilakukan dengan tatap muka yang biasaya berupa tutorial,tetapi presentase tatap muka tetap lebih kecil dibandingkan dengan presentase proses pembelajaran melalui internet.
       Bentuk ini memberikan makna bahwa kegiatan belajar bergeser kegiatan dikelas menjadi kegiatan melalui internet sama dengan bentuk web course,siswa dan guru sepenuhnya terpisah tetapi pada waktu-waktu yang telah ditetapkan mereka bertatap muka,baik di sekolah maupun di tempat-tempat yang telah ditentukan seperti di ruang perpustakaan,taman bacaan,ataupun di balai pertemuan.
       Penerapan bentuk ini sebagaimana telah dilakukan pada perguruan tinggi-perguruan tinggi terkemuka yang menggunakan sistem belajar secara of campus.

        3.      Web Enhanced Course
       Web enhanced course merupakan pemanfaatan internet untuk pendidikan,untuk menunjang peningkatan kualitas belajar mengajar di kelas.Bentuk ini juga dikenal dengan nama web lite course,karena kegiatan pembelajaran utama adalah tatap muka di kelas.
Peranan internet disini adalah untuk menyediakan sumber-sumber belajar yang sangat kaya akan informasi dengan cara memberikan alamat-alamat atau membuat link ke berbagai sumber belajar yang sesuai dan bisa diakses secara online,untuk meningkatkan kuantitas dan memperluas kesempatan berkomunikasi antara pengajar dan peserta didik secara timbal balik.
     Dialog atau komunikasi dua arah tersebut dimaksudkan untuk keperluan berdiskusi,berkonsultasi,maupun untuk bekerja secara kelompok.Berbeda dengan kedua bentuk sebelumnya,pada bentuk web enhanced course ini presentase pembelajaran secara tatap muka,karena penggunaan internet adalah hanya untuk mendukung kegiatan pembelajaran secara tatap muka.Bentuk ini dapat pula dikatakan sebagai langkah awal bagi institusi pendidikan yang akan menyelenggarakn pembelajaran berbasis teknologi informasi,sebelum menyelenggarakn pembelajaran dengan internet secara kompleks,seperti web centric course ataupun web course.
       Baik pada model ataupun web course,web centric course ataupun web enhanced course,terdapat beberapa komponen aktifitas seperti informasi,bahan belajar,pembelajaran ataupun komunikasi,penilaian bervariasi.Secara umum komponen aktifitas dan strukturnya dapat diterapkan dalam pengembangan pembelajaran melalui internet.

sistem pembelajaran internet dikembangkan melalui tiga cara pengembangan yaitu:

   1)      Menggunakan seperlunya fasilitas internet yang telah ada,seperti e-mail,IRC (Internet Relay Chat),word      wide web,search engine,millis (milling list) dan FTP (File Transfer Protocol).
  2)       Menggunakan sofware pengembang program pembelajaran dengan internet yang dikenal dengan Web-Course Tools,yang diantaranya bisa didapatkan secara gratis ataupun bisa juga dengan membelinya.Ada beberapa vendor yang mengembangkan Web Course Tools seperti WebCT, Webfuse, TopClass dan lain-lain.
  3) Mengembangkan sendiri program pembelajaran sesuai dengan kebutuhan (tailor made),dengan menggunakan bahasa pemograman seperti ASP (Active Server Pages) dan lain-lain.Setiap cara memiliki kelebihan dan kekurangan,misalnya pengembangan program pembelajaran dengan menggunakan fasilitas internet mempunyai kelebihan biayanya sangat murah dibandingkan yang lain,namun ada kekurangan yaitu dalam pengelolaan agak sulit karena sifatnya tidak terintegrasi.Sedangkan apabila menggunakan Web Course Tools atau pengembangan secara taillor-made biayanya jauh lebih mahal,namun memiliki kelebihannya yakni mudah dalam pengembangan dan pengelolaanya,lebih power full,dan sesuai dengan kebutuhan.
            Untuk memilih salah satu cara yang akan dipakai,ditentukan pada pertimbangan berdasarkan kajian terhadap berbagai hal seperti yang telah dibahas dibagian terdahulu tadi.Namun pada dasarnya mendayagunakan internet untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan adalah hal sangat layak untuk segera dilaksanakan secara luas di institusi-institusi penyelenggara pendidikan di Indonesia.

Ada beberapa aplikasi internet yang mampu menyokong keperluan kependidikan diantaranya :
1)      Email
Email (Mel elektronik) adalah satu perkhidmatan komunikasi melalui internet. Mel elektronik biasanya berupa teks. Tetapi ia juga boleh melinatkan image grafik dan suara (voice mail).
Antara aktiviti  yang boleh dilakukan oleh pelajar melalui email adalah berkongsi menjalankan sesuatu projek dengan pelajar di sekolah lain, berbincang dengan rekan dari kalangan berbagai budaya dan latar belakang negara mengenai berbagai isu semasa, menggalakkan perkembangan bahasa terutama bahasa inggris melalui komunikasi dengan rekan pena diluar negara, dan mendapatkan bahan dan teknik di dalam menyelesaikan sesuatu masalah pelajaran secara “online”. Seorang guru boleh menerima dan memeriksa hasil tugas pelajaran melalui email.
Zoraini (1996) menambah aktiviti-aktiviti seperti diatas akan memberi banyak faedah kepada para pelajar. Ini termasuk pelajar yang lebih peka terhadap isu semasa dunia, dapat membiasakan diri dengan aplikasi komputer, berpeluang menjalankan aktiviti kumpulan dan dapat meningkatkan kemahiran berfikir, kemahiran berbahasa atau kemahiran berkomunikasi.

2)      Laman Web (World Wide Web)
Rangkaian sedunia WWW adalah sebagian daripada internet dan merupakan satu koleksi besar dokumen yang dikenali sebagai “halaman web” (TMB, 1998, Crumlish, 1996). Halaman web merupakan komponen yang menjadikan internet lebih menarik dan paling diminati oleh siapa saja yang dapat mengaksesnya. Para pendidik boleh mendaptkan kandungan teks penuh, artikel, rancangan pengajaran dan lain-lain bahan pengajaran. Laman (http://k12.cnidr.org:90/ web. Intro.html) contohnya mneguraikan cara-cara World Wide Web khususnya dalam mereformasikan kurikulum. Crumlish (1996) mencadangkan WWW dalam pendidikan digunakan sebagai tutor, pusat sebaran dan penerbitan, medan perbincangan (forum), dan pemandu (search angine).

3)      Internet Relay Chat
Internet Relay Chat biasanya merujuk pada sekumpulan orang berbual sesama sendiri dengan menggunakan papan kekunci. Namun sampai saat ini sudah terdapat perisian yang membolehkan komunikasi secara audio dan visual dengan bantuan beberapa alat tambahan. Komunikasi seperti ini sering disebut sebagai telesidang (video conferencing). IRC menyediakan berbagia tajuk perbualan dan pengguna-pengguna di seluruh dunia berbincang tentang berbagai tajuk tersebut secara serentak.

4)      Telnet
Telnet adalah kemudahan menggunakan komputer yang beralokasi di benua lain, seolah-olah sama seperti menggunakan komputer yang ditempatkan dalam sebuah bangunan yang sama.

5)      Kumpulan berita dan diskusi
Internet menyediakan pentas-pentas perbincangan dalam pelbagai sebjek. Kumpulan berita dan diskusi adalah aplikai dan lanjutan kepada penggunaan email secara berkesan. Komuniti-komuniti ynag terbentuk secara elektronik yang mempunyai minat yang sama membolehkan ahli-ahli yang menyertai kumpulan diskusi berkongsi pendapat dan membantu di antara stau sama lain tanpa batasan sempadan geografi.

6)      Pemindahan File (FTP)
Perkembangan dari internet, file dalam bentuk teks, grafik, audio atau video amat mudah untuk dipindahkan dari satu komputer yang lain dengan menggunakan “File Transfer Protokol (FTP)”. Segala bahan pembelajaran yang terdapat dalam sesuatu server (di mana-mana institusi pendidikan) bisa dipindahkan ke komputer kita di rumah atau di sekolah tanpa mengalami perubahan.
Pada saat ini terdapat pelbagai naskah yang boleh didowload secara gratis ataupun membayar. Kita juga boleh memuatkan kembali (upload) segala file ke dalam sesuatu server untuk dimanfaatkan oleh orang lain, terutama para pendidik dan pelajar di seluruh dunia.

7)      Telekonferens
Telekonferens adalah sistem penyampaian elektronik yang melibatkan komunikais dua arah antara dua atau lebih pusat telekonferens secara langsung. Telekonferens ini juga amat sesuai bagi melaksanakan Pendidikan Jarak Jauh karena sesuai dengan tujuan menjalankan seminar, kuliah, ceramah, tutorial, talkshow, perdebatan, persidangan, pemyampaian kajian, dan juga bimbinagn konseling. Menurut J.Makki (2001), penggunaan telekonferens ini akan menyelesaikan banyak masalah pembelajaran di kalangan pelajar dan guru-guru ICT. Walau  bagaimanapun, pelaksanaan telekonferens ini memerlukan perancangan dan latihan yang rapi malah latihan dan percobaan perlu dijalankan sebelum menggunakan peralatan media ini.
Berdasarkan kajian, telekonferens ini dalah sesuia dengan aplikasi sistem pendidikan sebuah negara yang membangun yang berdasarkan teknologi komunikasi seperti ini berlaku di Finlandia (J.Makki, 2001) dan Singapura (Hu. Chun, 2001), sedangkan di Indonesia telekonferens sering diadakan untuk bertukar pengetahuan seperti Total Quality Management yang diselenggarakan oleh Asian Productivity Organization (APO) di Jakarta, Bnagkok, Tokyo, India, Phillipina, Kuala Lumpur dan Singapure secara serentak

8)      Instant messaging
Instant messaging dikenal juga dengan sebutan internet text messaging, yaitu suatu ruang daklam internet yang gunannya untuk menyampaikan pesan singkat dan langsung kepada orang lain.
Aplikasi dalam pembelajaran adalah digunakan oleh guru untuk menyampaikan tugas-tugas pelajaran secara singkat kepada peserta didik. Di samping itu guru dan siswa mampu berkomunikasi secara langsung dengan menggunakan fasilitas ini.

9)      Newsgroups
Newsgroups dikenal juga dengan konsep internet discussion group, yaitu suatu kelompok diskusi yang menggunakan sistem jaringan komputer (internet), di mana setiap anggota menuliskan pesan/gagasan-gagasannya untuk kemudian ditanggapin oleh anggota lain yang meminati topik bahasan yang sama.
Aplikasi dalam pembelajaran dapat diterapkan dalam kelompok diskusi di bidang pendidikan. Sehingga melalui aplikasi ini dapat memberikan peluang untuk bertukar pikiran mengenai pembelajaran.

     C.    Contoh Metode Pembelajaran Melalui Internet
Setelah semua perangkat untuk pembelajaran siap, guru mulai melakukan pembelajaran dengan menggunakan sumber belajar internet. Bagi siswa sekolah dasar tentu saja akses-akses yang ringan yang berkaitan dengan mata pelajaran yang diajarkan. Disinilah kepiawaian seorang guru ditampilkan dalam mendampingi, membimbing dan mengolah metode pembelajaran agar tujuan pembelajaran yang diharapkan tercapai.
Beberapa metode yang dapat dilakukan oleh guru, diantaranya: diskusi, demonstrasi, problem solving, inkuiri, dan descoveri. Guru memberikan topik tertentu pada siswa, kemudian siswa mencari hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut dengan mencari (down load) dari internet. Guru juga dapat memberikan tugas-tugas ringan yang mengharuskan siswa mengakses dari internet, suatu misal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa dapat mencari karya puisi atau cerpen dari internet. Siswa juga dapat belajar dari internet tentang hal-hal yang up to date yang berkaitan dengan pengetahuan. Guru memberi tugas pada siswa untuk mencari suatu peristiwa muthakir dari internet kemudian mendiskusikannya di kelas, lalu siswa menyusun laporan dari hasil diskusi tersebut.
Metode-metode tersebut dapat dilakukan guru dengan model-model pembelajaran yang bervariasi sehingga siswa semakin senang, tertarik untuk mempelajarinya sehingga proses pembelajaran tersebut menjadi pembelajaran yang bermakna. Dengan pembelajaran berbasis internet diharapkan siswa akan terbiasa berpikir kritis dan mendorong siswa untuk menjadi pembelajar otodidak. Siswa juga akan terbiasa mencari berbagai informasi dari berbagai sumber untuk belajar.
Pembelajaran ini juga mendidik siswa untuk bekerjasama dengan siswa lain dalam kelompok kecil maupun tim. Satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya yaitu dengan pembelajaran berbasis internet pengetahuan dan wawasan siswa berkembang, mampu meningkatkan hasil belajar siswa, dengan demikian mutu pendidikan juga akan meningkat.

       D.    Fungsi Internet
            Menurut Kenji Kitao, ada enam fungsi internet yang dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari (Kitao 1998) yaitu fungsi sebagai alat komunikasi, sebagai alat mengakses informasi, fungsi pendidikan dan pembelajaran, serta fungsi tambahan (suplemen), fungsi pelengkap (komplemen), dan fungsi pengganti (substitusi).
Guru  dalam memilih internet sebagai media pembelajaran pendidikan mempunyai alasan  antara lain sebagai berikut :
a.       Guru dan siswa  agar melek teknologi internet.
b.      Guru dan siswa mampu menggunakan aplikasi internet yang berhubungan dengan pembelajaran.
c.       Guru dan siswa mampu menambah wawasan dalam berbagai hal yang berhubungan dengan pendidikan kewarganegaraan.
d.      Adanya pembelajaran tidak langsung tetapi  siswa tetap memperoleh pengetahuan dengan media internet.
e.      Guru akan lebih kreatif dalam memberi tugas melalui media yang interaktif yaitu internet

Internet sebagai media pembelajaran mempunyai manfaat baik bagi siswa. Manfaat internet bagi siswa, diantaranya :
a. Mempermudah komunikasi dengan semua orang untuk bertukar pikiran dan berdiskusi dalam suatu website.
b. Menjadi sarana penjawab semua pertanyaan para pelajar yang belum bisa mereka temukan jawabannya.
c. Menemukan teman-teman dari negara-negara luar yang bisa membantu mereka dalam kehidupan sosial dan bisa menjadi tempat bertukar pengalaman dalam hal pendidikan maupun dalam hal lainnya.
d.Menambah wawasan tentang segala macam pengetahuan tentang dunia luar.

Internet tidak hanya memberikan manfaat bagi para pelajar, melainkan juga kepada para guru. Manfaat internet bagi para guru, diantaranya :
a. Menjadi sumber untuk menambah bahan pelajaran.
b. Bertukar informasi dengan guru-guru yang lain di berbagai belahan dunia yang lebih berpengalaman.
c. Menambah wawasan pelajaran sesuai dengan perkembangan zaman.
d.Mengikuti teknologi dan segala perkembangan zaman yang terjadi.
e. Menjadi tempat pembelajaran agar bisa menjawab semua pertanyaan yang diajukan murid-muridnya.

   E.     Keunggulan dan Kelemahan Internet sebagai Media Pembelajaran Pendidikan          Kewarganegaraan

1.      Keunggulan Internet sebagai Media Pembelajaran
       Internet memungkinkan siswa belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya dalam memahami pengetahuan dan informasi yang ditanyangkan. Adapun keunggulan internet sebagai media pembelajaran :
a.       Internet memberikan sambungan (konektivitas) dan jangkauan yang sangat  luas sehingga akses data dan informasi tidak dibatasi waktu, tempat, dan negara.
b.      Akses infromasi di internet tidak dibatasi oleh waktu karena dunia maya yang dihadirkan secara global tidak perneh tidur. Dengan kata lain, kita dapat melakukan pencarian informasi melalui internet kapan saja selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu.
c.       Akses informasi melalui internet lebih cepat bila dibandingkan dengan mencari informasi pada halaman-halaman buku-buku di perpustakaan. Kita tinggal mengklik icon tertentu, maka apa yang kita inginkan akan muncul di layar monitor komputer kita.
d.      Internet juga menyediakan kegiatan pembelajaran interaktif seperti fasilitas elearning yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga tertentu yang dapat meningkatkan kemampuan intelektual kita, seperti sekolah menulis online, dsb. Tentu saja dengan menjadi anggota pada kegiatan tersebut dan mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh lembaga tersebut.
e.       Kita dapat berdiskusi dengan teman-teman sebaya atau setingkat mengenai berbagai hal jika kita memasuki mailing list atau melakukan chatting.
f.       Dibandingkan dengan membeli buku atau majalah asli, penelusuran informasi melalui internet jauh lebih murah. Apalagi pada saat ini banyak situs yang menyediakan jasa informasi secara cuma-cuma. Kita tinggal mengunduh atau mencetak informasi yang kita butuhkan.

2.      Kelemahan Internet sebagai Media Pembelajaran
a.       Informasi yang tersedia di internet sangat besar jumlahnya, namun tidak semuanya kita butuhkan.
b.      Internet bersifat interaktif dengan menyediakan banyak sekali link-link menuju situs tertentu yang terkadang membuat kita menggoda untuk mengkliknya yang justeru membuat pencarian informasi kita terbengkalai dan lepas kendali.

c.       Salah satu kelemahan internet yang sangat terasa dan sangat mengganggu adakah resiko terkena virus komputer yang mudah menyebar, baik melalui semail maupun melalui file-file yang kita unduh.

Kamis, 15 Mei 2014

TUGAS TIK 4

TUGAS TIK 4 

                                     MEDIA PEMBELAJARAN MELALUI ELEKTRONIK

      A.    Pengertian E-Learning
Banyak pakar yang menguraikan definisi e-learning dari berbagai sudut pandang. Definisi yang sering digunakan banyak pihak adalah sebagai berikut:
a.E-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain [Hartley, 2001].
b. E-learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media internet, jaringan komputer, maupun komputer standalone [LearnFrame.Com, 2001]
c. E-learning adalah semua yang mencakup pemanfaatan komputer dalam menunjang peningkatan kualitas pembelajaran, termasuk di dalamnya penggunaan mobile technologies seperti PDA dan MP3 players. Juga penggunaan teaching materials berbasis web dan  hypermedia, multimedia CD-ROM atau web sites, forum diskusi, perangkat lunak kolaboratif, e-mail, blogs, wikis, computer aided assessment, animasi pendidkan, simulasi, permainan, perangkat lunak manajemen pembelajaran, electronic voting systems, dan lain-lain. Juga dapat berupa kombinasi dari penggunaan media yang berbeda [Thomas Toth, 2003; Athabasca University, Wikipedia].
Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar dapat disebut sebagai suatu e-learning. E-learning dalam arti luas bisa mencakup pembelajaran yang dilakukan di media elektronik (internet) baik secara formal maupun informal. E-learning secara formal misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahaan konsultan) yang memang bergerak dibidang penyediaan jasa e-learning untuk umum.
E-learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya). 

     B.      Metode Pembelajaran Melalu Media Elektronik  Sebagai Berikut :
  1. Pembelajaran jarak jauh.
E-Learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Pembelajar bisa berada di Semarang, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di tempat lain, di kota lain bahkan di negara lain. Interaksi bisa dijalankan secara on-line dan real-time ataupun secara off-line atau archieved.
Pembelajar belajar dari komputer di kantor ataupun di rumah dengan memanfaatkan koneksi jaringan lokal ataupun jaringan Internet ataupun menggunakan media CD/DVD yang telah disiapkan. Materi belajar dikelola oleh sebuah pusat penyedia materi di kampus/universitas, atau perusahaan penyedia content tertentu. Pembelajar bisa mengatur sendiri waktu belajar, dan tempat dari mana ia mengakses pelajaran.

         2.       Pembelajaran dengan perangkat komputer
E-Learning disampaikan dengan memanfaatkan perangkat komputer. Pada umumnya perangkat dilengkapi perangkat multimedia, dengan cd drive dan koneksi Internet ataupun Intranet lokal. Dengan memiliki komputer yang terkoneksi dengan intranet ataupun Internet, pembelajar dapat berpartisipasi dalam e-Learning. Jumlah pembelajar yang bisa ikut berpartisipasi tidak dibatasi dengan kapasitas kelas. Materi pelajaran dapat diketengahkan dengan kualitas yang lebih standar dibandingkan kelas konvensional yang tergantung pada kondisi dari pengajar.

         3.       Pembelajaran formal vs. informal
E-Learning bisa mencakup pembelajaran secara formal maupun informal. E-Learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-Learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya, atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahan konsultan) yang memang bergerak di bidang penyediaan jasa e-Learning untuk umum. E-Learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).

           4.       Pembelajaran yang ditunjang oleh para ahli di bidang masing-masing
Walaupun sepertinya e-Learning diberikan hanya melalui perangkat komputer, e-Learning ternyata disiapkan, ditunjang, dikelola oleh tim yang terdiri dari para ahli di bidang masing-masing, yaitu:
  1. Subject Matter Expert (SME) atau nara sumber dari pelatihan yang disampaikan
  2. Instructional Designer (ID), bertugas untuk secara sistematis mendesain materi dari SME menjadi materi e-Learning dengan memasukkan unsur metode pengajaran agar materi menjadi lebih interaktif, lebih mudah dan lebih menarik untuk dipelajari
  3. Graphic Designer (GD), mengubah materi text menjadi bentuk grafis dengan gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif dan menarik untuk dipelajari
  4. Ahli bidang Learning Management System (LMS). Mengelola sistem di website yang mengatur lalu lintas interaksi antara instruktur dengan siswa, antarsiswa dengan siswa lainnya.
Di sini, pembelajar bisa melihat modul-modul yang ditawarkan, bisa mengambil tugas-tugas dan test-test yang harus dikerjakan, serta melihat jadwal diskusi secara maya dengan instruktur, nara sumber lain, dan pembelajar lain. Melalui LMS ini, siswa juga bisa melihat nilai tugas dan test serta peringkatnya berdasarkan nilai (tugas ataupun test) yang diperoleh.
E-Learning tidak diberikan semata-mata oleh mesin, tetapi seperti juga pembelajaran secara konvensional di kelas, e-Learning ditunjang oleh para ahli di berbagai bidang terkait. 

      C.    Media Elektronik Sebagai Media Pembelajaran
Penerapan teknologi informasi dalam dunia pendidikan, salah satunya dapat dilakukan dengan cara guru atau dosen memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan peserta didik. Demikian pula peserta didik dapat memperoleh informasi dalam ruang lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space dengan menggunakan komputer atau internet. Hal yang paling mutakhir saat ini adalah berkembangnya pengajaran maya atau cyber teaching yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan intemet. Istilah lain yang saat ini populer adalah e-learning, yaitu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet.
KonseRossenburg (Moh. Surya, 2002:8) mengatakan bahwa e-learning merupakan suatu penggunaan teknologi Internet
dalam menyampaikan pembelajaran dalam jangkauan yang luas yang bedandaskan tiga kriteria dasar yaitu :
1. E-Learning bersifat jaringan, yang membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan
kembali, mendistribusikan dan sharing pembelajaran serta informasi. Kriteria ini sangatlah penting dalam e-learning,
sehingga Rosenberg menyebutnya sebagai persyaratan absolute.
2. E-Learning dikirimkan kepada pengguna melalui teknologi computer dengan menggunakan standar teknologi intemet.
3. E-Learning terfokus pada pandangan pembelajaran yang paling luas, solusi pembelajaran yang mengungguli paradigm a
tradisional dalam pembelajaran.
Berdasarkan beberapa definisi e-learning diatas, dapat disimpulkan bahwa e-learning adalah kegiatan pembelajaran
yang melibatkan penggunaan peralatan elektronik dalam menciptakan, membantu perkembangan, menyampaikan, menilai dan
memudahkan suatu proses belajar mengajar dimana pelajar sebagai pusatnya serta dilakukan secara interaktif kapanpun dan
dimanapun.

      D.    Proses Pembelajaran E-Learning
E-Learning atau proses pembelajaran melalui media elektronik, terutama intemet, saat ini dianggap dapat menjadi solusi pendidikan bagi siswa yang tidak dapat hadir secara fisik ke setiap perkuliahan, namun mempunyai niat untuk memperoleh pengetahuan atapun keinginan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Banyak hal yang dapat dilaksanakan melalui e-learning pada proses pembelajaran, diantaranya adalah pada 2 (dua) hal,
yaitu:

            1.      Mencari materi pokok pembelajaran.
Proses pembelajaran yang berupa mencari materi pokok pembelajaran, terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut.:
     a.       Guru menyampaikan kompetensi dasar serta beberapa indikator kepada para siswa beserta situs intemet yang dapat dikunjungi berkenaan dengan kompetensi dasar serta indikator tersebut.
    b.      Siswa mendownload materi pokok pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi dasar serta indikator yang disampaikan oleh guru pada situs yang telah ditunjukkan oleh guru, dalam hal ini siswa diberi kesempatan untuk mencari pada situs lain selain yang ditunjukkan oleh guru .
     c.       Setelah mengedit apabila diperlukan, siswa mengirimkan hasil download tersebut ke web site atau email guru.
     d.      Guru mengedit materi pokok yang dikirim oleh para siswa, mengeditnya, yaitu dengan mengurangi apabila mated yang
      e.       dikirim oleh siswa apabila bahasannya terlalu luas, atau menambah apabila materi yang dikirim oleh siswa terialu ringkas
f.       pembahasannya, sehingga belum memenuhi indikator yang dikehendaki oleh guru.
g.      e. Setelah di edit, guru mengirimkan ke alamat email siswa apabila materi pokok pembelajaran sudah disesuaikan indikator
h.      yang dikehendaki.

     2.      Pelaksanaan ulangan harian dan ulangan blok
Melalui e-learning seorang guru tidak perlu tertalu banyak mengeluarkan tenaga, pikiran dan biaya untuk senantiasa melaksanakan ulangan harian atau ulangan blok dengan soal-soal yang berupa pilihan ganda. Adapun hal-hal yang diperlukan sebelum pelaksanaan ulangan blok ataupun ulangan harian dengan e-learning diantaranya adalah:
a.       Guru mempersiapkan bank soal, akan lebih bagus apabila soalnya cukup banyak namun masih dalam koridor indikator yang dikehendaki oleh guru, sehingga soalnya dapat diacak agar masing masing peserta tidak sama persis soalnya, bank soal ini tentu harus di lengkapi dengan program pengacak soal, kunci jawaban serta skor yang akan di peroleh bagi masing masing peserta.
b.      Program ini hendaknya dilengkapi dengan KKM, serta penjelasan untuk jawaban yang benar ataupun yang salah untuk
c.       keperiuan remidi lagi yang belum mencapai norma KKM.
d.      Masing-masing siswa mempunyai nomor khusus, NIS misalnya, sebagai identitas siswa disamping nama ketika entri data.
e.       Semua unit PC sudah tersambung secara LAN dengan server bagi guru, dimana bank soal maupun program program
f.        pendukung yang lain disimpan
KonHomepage dibangun oleh sebuah file yang didalamnya terdapat kode-kode dan informasi. Kode-kode dan informasi tersebut dibaca oleh sebuah aplikasi yang jenisnya bernama Browser. Oleh Browser, kode-kode dan informasi tersebut akan disajikan sebagai sebuah halaman web yang kita kenal sebagai homepage. Kode-kode dan informasi yang ditulis dalam file homepage tersebut haruslah ditulis menurut aturan tertentu yang dapat dimengerti oleh browser. Aturan-aturan tersebut dikenal dengan bahasa pengkodean.

3   .      Software-Software Yang Digunakan Untuk Membuat Homepage
Beberapa software yang sebaiknya dimiliki untuk membuat homepage sederhana bagi pemula yang dihimpun penulis berdasarkan internet dari http://handel.pacific.net.id/TS/homepage.html adalah:
1.       Front Page Editor/Netscape Composer Front Page Editor/Netscape Comp digunakan untuk membuat format dari tampilan yang diinginkan, dimana pada front page editor ini terdapat fasilitas-fasilitas yang memudahkan kita untuk mendesain tampilan sesuai gambar atau membuat suatu ikon yang nantinya akan digunakan untuk pembuatan homepage itu sendiri.
  
Ø     Langkah-Langkah Membuat Homepage
Salah satu langkah yang harus kita lakukan dalam membuat homepage sederhana adalah memiliki pengetahuan cara menggunakan komputer dan software-software penunjang untuk mengerjakan homepage dan sedikit pengetahuan tentang grafis. Untuk membuat home page dengan menggunakan Komputer PC, Macintosh atau jenis komputer lainnya, kite harus membuat file yang berisi kode HTML. Untuk itu, kits dapat menggunakan HTML editor atau text editor umum lainnya. HTML adalah singkatan dari Hypertext Markup Language. HTML terdiri dan sepasang kode yang disisipkan dalam suatu dokumen untuk mengontrol tampilan dokumen di layer monitor oleh Web Browser, seperti Netscape atau Mosaic. Apabila akan memandang suatu dokumen di Internet, harus menggunakan Web Browser dan disana ada fasilitas "View source" untuk melihat kode-kode web page ini. Suatu dokumen berisi kode-kode ini disebut HTML. Suatu dokumen HTML harus mempunyai formulir yang tepat, sehingga dapat dikenal dan di interpretasikan dengan tepat oleh perangkat lunak dan Browser.
KonSupanadi (2001:16) mengatakan bahwa kreativitas merupakan suatu kemampuan yang dimiliki setiap orang dengan tingkat yang berbedabeda. Setiap orang lahir dengan potensi kreatif yang dapat dikembangkan dan dipupuk. Kreativitas merupakan suatu bidang kajian yang kompleks, yang timbul akibat adanya perbedaan dalam mendefinisikan anti kreativitas. Sedangkan Munandar (2004) mengungkapkan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk memberikan gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya.
    E.      Pengertian Active Learning ( Belajar aktif )
Seperti banyak istilah yang digunakan untuk menggambarkan belajar atau mengajar, belajar aktif tidak mudah didefinisikan secara sederhana. Beberapa kutipan definisi ini menawarkan beberapa gambaran apa yang dipikirkan orang mengenai belajar aktif.
Glasgow 1996 (Doing Science)
Pembelajar aktif berusaha sungguh sungguh untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar pada belajarnya sendiri. Mereka mengambil peran yang lebih dinamis dalam menentukan bagaimana dan apa yang mereka akan ketahui, apa yang seharusnya mereka bisa lakukan, dan bagaimana mereka akan melakukannya.Peran mereka berkembang lebih jauh ke pengelolaan pendidikan diri, dan memotivasi diri menjadi kekuatan lebih besar di belakang belajar.
Modell and Michael 1993 (Promoting Active Learning in Life Science Classrooms)
Kita mendefinisikan lingkungan belajar aktif adalan suatu lingkungan di mana siswa didorong secara individual untuk terlibat di dalam proses membangun model mental mereka sendiri dari informasi yang mereka peroleh.Sebagai tambahan, sebagai bagian dari prosesbelajar aktif, siswa harus selalu mentes validitas dari model yang sedang dibangun.

    F.      Penerapan E-Learning Di Indonesia
Di Era Globalisasi ini Internet merupakan media yang sangat cepat dalam perkembangannya. Semua Informasi tersedia di Internet dan dapat diakses oleh siapa saja dengan mudah, fleksibel ,cepat dan akurat. Hal inilah yang melandasi adanya ide untuk memanfaatkan Internet sebagai media pembelajaran dalam rangka memajukan pendidikan di Indonesia.
Istilah E–Learning merupakan gabungan dari dua kata yaitu E yang merupakan singkatan dari Electronic (Elektronik) dan Learning (Belajar). Jadi E–Learning adalah Belajar dengan menggunakan bantuan alat Elektronik. Lebih jelasnya E-Learning adalah suatu proses belajar mengajar antara pengajar dengan muridnya tanpa harus bertatap muka satu sama lain. Hal itu dikarenakan bantuan alat elektronik (tepatnya PC) yang terkoneksi dengan Internet sehingga siswa dapat belajar di manapun dan kapanpun tanpa harus datang ke kampus atau ke sekolah.
Saat ini penerapan E-Learning di Indonesia kurang bagus. Hal itu karena besarnya biaya yang dibutuhkan dalam pengaplikasian E-Learning. Tidak semua perguruan tinggi menggunakan E-Learning dalam proses pembelajarannnya. Hanya perguruan tinggi yang besar saja (mampu dalam hal keuangan) yang mengaplikasikan E-Learning dalam penyampaian bahan ajarnya, itupun tidak semua perguruan tinggi mengaplikasikannya.
Beberapa perguruan tinggi di Indonesia yang mengaplikasikan E-Learning diantaranya adalah UNP (Universitas Negeri Padang), UGM (Universitas Gadjah Mada) dan ITB (Institut Teknologi Bogor). Dari ketiga perguruan tinggi diatas telah diketahui bahwa ketiga perguruan tinggi tersebut memiliki dana yang cukup untuk membangun jaringan E-Learning sehingga bisa mengaplikasikan E-Learning dalam proses pembelajarannya.
Antusias pelajar / mahasiswa terhadap penerapan E-Learning dalam proses pembelajaran merupakan kendala tersendiri dalam pengembangan aplikasi E-Learning di Indonesia. Hal itu juga dilandasi oleh beberapa faktor, diantaranya banyak pelajar yang tidak mau tahu dengan perkenbangan Internet saai ini, mahalnya biaya penggunaan Internet bagi ukuran kantong pelajar, dan masih banyak faktor lain yang melandasinya.
Penerapan E-Learning di Indonesia akan berjalan dengan baik jika faktor yang menghambatnya dapat teratasi. Dari pihak universitas harus berusaha bagaimana caranya dapat membangun jaringan E-Learning dan menarik minat mahasiswa untuk menggunakannya dengan cara menyediakan fasilitas untuk penggunaan E-Learning. Dari pihak mahasiswa sendiri harus lebih berfikir lagi untuk tidak menggunakan E-Learning karena hal itu akan sangat merugikan diri sendiri.

    G.    Peran Komputer bagi Pendidikan Anak
Pada awalnya komputer dititikberatkan pada proses pengolahan data, tetapi karena teknologi yang sangat pesat, saat ini teknologi komputer sudah menjadi sarana informasi dan pendidikan khususnya teknologi internet. Dalam hal pendidikan, komputer dapat dipergunakan sebagai alat bantu (media) dalam proses belajar mengajar baik untuk guru maupun siswa yang mempunyai fungsi sebagai Media tutorial, alat peraga dan juga alat uji dimana tiap fungsi tersebut masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan.
Sebagai media tutorial, komputer memiliki keunggulan dalam hal interaksi, menumbuhkan minat belajar mandiri serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa/anak. Tetapi interaksi komputer dengan manusia belum dapat menggantikan interaksi manusia dengan manusia, selain itu mempunyai kelemahan lain yaitu kemauan belajar mandiri yang masih rendah. Komputer sebagai alat uji memiliki keunggulan dalam keobyektifan, ketepatan dan kecepatan dalam penghitungan tetapi masih belum dapat menilai soal-soal essai, pendapat dan hal yang terkait dengan moral dan etika. Yang terakhir, sebagai media alat peraga, komputer mempunyai kelebihan dapat memperagakan percobaan tanpa adanya resiko, tetapi membutuhkan waktu dalam pengembangannya.
Sebelum memperkenalkan komputer kepada anak, orangtua maupun guru seharusnya dapat memahami perkembangan pemahaman anak, dimana pada usia 0 -2 tahun anak mendapatkan pemahamannya dari penginderaannya. Kemudian usia 2 – 7 tahun anak mulai belajar menggunakan bahasa, angka dan simbol-simbol tertentu. Pada usia 7 – 12 tahun anak mulai dapat berpikir logis, terutama yang berhubungan dengan obyek yang tampak langsung olehnya.
Yang saat ini perlu menjadi perhatian bagi orangtua maupun guru adalah bagaimana cara memperkenalkan komputer kepada anak. Hal yang perlu dicoba adalah dengan program-program aplikasi (software) yang bersifat “Edutainment” yaitu perpaduan antara education (pendidikan) dan entertainment (hiburan). Selain itu program (software) aplikasi “Edutainment” tersebut mempunyai kemampuan menumbuhkembangkan kreatifitas dan imajinasi anak serta melatih saraf motorik anak. Contohnya program permainan kombinasi benda, menyusun benda atau gambar (Puzzle) serta program berhitung dan software-software lain yang didukung perangkat multimedia.
Selain program aplikasi (software), dunia internet semakin berarti bagi anak-anak. Internet memungkinkan anak mengambil dan mengolah ilmu pengetahuan ataupun informasi dari situs-situs yang dikunjunginya tanpa adanya batasan jarak dan waktu. Di samping itu masih ada manfaat lain yang didapat dari internet, misalnya surat menyurat (E-mail), berbincang (chatting), mengambil dan menyimpan informasi (download).
Untuk perkembangan pendidikan selanjutnya teknologi “Teleconference” (Konferensi interaktif secara on line dari jarak jauh) dirasakan sudah pantas di coba dan dikembangkan, karena dapat menghemat waktu, tenaga pengajar, kapasitas ruang belajar serta tidak mengenal letak geograf
Kategori: e-Learning
Dari puluhan atau bahkan ratusan definisi yang muncul dapat kita simpulkan bahwa sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar dapat disebut sebagai suatu e-Learning.

     H.    Keuntungan menggunakan e-learning diantaranya :
Ø  menghemat waktu proses belajar mengajar,
Ø   mengurangi biaya perjalanan,
Ø   menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku),
Ø  menjangkau wilayah geografis yang lebih luas,
Ø   melatih pelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.
Untuk menyampaikan pembelajaran, e-learning selalu diidentikkan dengan penggunaan internet. Namun sebenarnya media penyampaian sangat beragam dari internet, intranet, cd, dvd, mp3, PDA, dan lain-lain. Penggunaan teknologi internet pada e-learning umumnya dengan pertimbangan memiliki jangkauan yang luas. Ada juga beberapa lembaga pendidikan dan perusahaan yang menggunakan jaringan intranet sebagai media e-learning sehingga biaya yang disiapkan relatif lebih murah. 

Pengertian Yang Terkait  E-Learning

Sekilas perlu kita pahami ulang apa e-Learning itu sebenarnya. E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. E-Learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. E-Learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-Learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-Learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada